• Home
  • Content
    • #Jikalau
    • Tugas Kuliah
      • UAS Jurnalistik
      • UTS Teknik Publikasi
    • Politik
      • Pemilu 2019
    • Internship Stories
    • Korean Zone
      • K-Pop Review
      • K-Drama Review
  • Travel
    • KKN di Desa Pabangbon
  • Find Me
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Email
  • Ask Me!
  • Owner
fadlytheworld



Sangat tidak terasa bahwa saya selaku siswa yang baru lulus dari bangku SMA udah meliburkan diri berbulan-bulan, dan kini saatnya saya dan teman-teman seangkatan dari berbagai pelosok nusantara akan memulai aktivitas baru di dunia yang akan lebih luas lagi, yaitu perkuliahan. Wah banget yaa, udah mulai masuk babak baru dalam kehidupan ini, pastinya bakal lebih banyak merasakan hal-hal baru dan pengalaman baru yang belum pernah dirasain sebelumnya.. Dan karena kita baru saja ‘ingin’ memasuki dunia baru ini, pasti banyak bermunculan sebuah imajinasi yang berupa ekspetasi kita ketika menjadi seorang mahasiswa. Ekspetasi kita biasanya kita lihat di dalam berbagai media yang menyuguhkan dunia perkuliahan. Seperti misalnya di sinetron atau FTV, disana kita bisa melihat bahwa dunia perkuliahan begitu menyenangkan, lebih banyak memperlihatkan bahwa kuliah itu santai dan tanpa beban sama sekali, bahkan lebih mudah untuk menjalani percintaan dibanding perkuliahan. Jadi kayaknya asik banget gitu kalau udah jadi anak kuliahan

(menurut FTV)

Jangan berekspetasi berlebihan
Nanti nyesek sendiri kalau udah ketinggian ekspetasinya

Waktu-waktu SMA emang pengennya begitu, pengen jadi anak kuliahan. Karena yang mereka tau (termasuk saya waktu dulu) dan yang mereka ekspetasikan bahwa anak kuliahan itu bebas ngapain aja, gak perlu takut dihukum karena terlambat atau hal lain, masuk kelas bebas semaunya, dan keliatan santai tanpa harus ngerjain banyak tugas. Pokoknya indah deh menurut mereka. Mereka korban FTV wkwkwk =D
Semakin mendekati akhir masa SMA, banyak para calon MABA mencari informasi tentang dunia perkuliahan. Lalu banyak yang mulai menyadari bahwa kuliah itu tidak seindah yang mereka bayangkan akibat menjadi korban FTV. Bahkan ada beberapa artikel dan meme yang menyinggung tentang hal ini, jadi lebih semakin sadar akan kenyataannya yang sebenarnya. Tapi saya sendiri pun belum tau kenyataan yang sebenarnya, karena saya baru akan memasuki dunia ini. SAYA AKAN MEMASUKI DUNIA KULIAH INI BESOK!

Bagaimanakah yang sebenarnya? Kita lihat aja nanti.


Tambahan :
Karena ini tentang Dunia, kita tau bahwa Dunia itu berkaitan dengan Bumi.
Jadi, bumi itu bulat atau datar?
Wrote by Fadhlillah Hidayat

Setiap orang pasti mempunyai ambisi untuk meraih apa yang diinginkannya, terlebih jika keinginan itu menjadi prioritas dalam hidupnya. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meraih keinginan itu, dengan cara apapun karena keinginan itu sudah mendominasi pikiran tanpa terkendali sampai membuat emosi meluap, dan itu menjadikannya sebuah obsesi.


Berharap bisa make Jaket yang kayak gini lagi nanti setelah lulus sekolah, di pertemuan selanjutnya mah harus bisa pake nih jaket, tapi yang warna makaranya Orange lahyaa, yang ini salah pake wkwk.. Trus pake jaket ininya yang bisa dipake untuk jangka waktu panjang, bukan yang 10ribu sekali pake 😂 Harus tetep pake DUIT nih... Do'a, Usaha, Ikhtiar, Tawakkal 😊 Semoga bisa terwujud, aamiin 🙏 #UIopendays #2016 #FISIP #TheNextYellowJacket #Aamiin
A photo posted by Fadhlillah Hidayat (@mnfh_fadly) on Feb 28, 2016 at 2:48am PST

Manusia tidak bisa hidup hanya dengan mimpi-mimpi tanpa adanya pengobar semangat untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan.Hal ini terjadi pada saya, karena saya juga punya ambisi yang besar untuk bisa melangkahkan kaki untuk menuntut ilmu di PTN ternama di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia.



 Siapa sih orang yang gak mau kuliah di UI? Yang udah jelas itu kampus yang beken, keren, dan udah jelas prospek kedepannya yang pasti bakal cerah banget secerah sinar matahari, rasanya sangat tertarik untuk bisa bergabung menjadi The Yellow Strikes (read: Pengguna Jakun). Hal itu saya inginkan berdasarkan beberapa faktor, yaitu :
1. Jarak
Credits : Tribunnews.com

Ini hal yang paling simple, yaitu jarak. Karena saya tinggal di Depok dan kampus UI juga berada di Depok. Mungkin cuma kisaran 20-30 menit untuk bisa menempuh kesana dari rumah saya hehe..

2. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)

Credit : anakui.com

Di UI itu UKM nya banyak dan bermacam-macam loh. dari pertama tau UI itu juga pas di zaman MTs (sederajat SMP), dan itu taunya karena salah satu UKM nya, yaitu Marching Band. Pas era 2010 ikut Latber (Latihan Bersama) Garuda Indonesia, dan MBUI juga ikut disana sebagai peserta Latber. Lalu di akhir 2012 beberapa player Madah Bahana ini direkrut menjadi pelatih di MTs saya untuk  project lomba tahun 2013, disitu saya kenal sama beberapa anggota MBUI yang sudah jelas Ke-professional-an mereka tidak diragukan lagi. Karena itu sampe sekarang pengen masuk UI karena pengen gabung sama Madah Bahana Universitas Indonesia ini.

“Pokoknya kalau masuk di UI harus gabung sama MBUInya!” dalem hati saya ngedumel mulu.. hehehehe

3. PTN Terbaik
Credit : feb.ui.ac.id

Universitas kuning ini salah satu dari beberapa PTN Terbaik di Indonesia, dan banyak melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas yang tersebar menjadi pekerja professional. Karena yang terbaik selalu mudah dilirik oleh Perusahaan atau suatu tempat pekerjaan. Tapi pastinya kualitas pribadinya juga sih wkwkwk.

Tapi…

Takdir berkata lain, walaupun saya sudah berusaha, saya tidak mendapatkannya. Dan Alhamdulillah, saya menemukan takdir yang lain, yang mungkin itu yang terbaik untuk saya. Kini waktunya saya merelakan dan mengikhlaskan Ambisi saya itu dan mulai menjalani sesuatu yang sudah diberikan kepada saya. Saya tidak merasa kecewa atau galau yang berlebih hanya karena saya tidak bisa meraih obsesi ini (walau kadang ga bisa move on :3)

Jangan paksakan diri untuk meraih ambisi, kita sering memaksa diri. Alhasil, ketika sukses tidak  dicapai, kita sangat kecewa. Kita jangan sampai terobsesi, karena obsesi hanya akan membuat kita berbuat atau mengorbankan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu. Hal ini berlaku untuk berbagai hal, tidak untuk kisah saya ini.

So Let’s say Goodbye to Your Obsession
Aku Ikhlas
Aku Rapopo :')

(Ambisi sama Obsesi itu beda, silahkan cari di Mbah Google)

ADA CERITA TENTANG UI YANG HILANG! CEK DISINI

Wrote by Fadhlillah Hidayat
Masih terlalu banyak pilihan, tolong beri pencerahan atau saran 😌 "Ketika banyak pilihan, meskipun semuanya baik. Pada akhirnya kita tetap harus memilih satu. Siapa si yang mau diduain?" -R #Bingung2016 #PilihMana
A photo posted by Fadhlillah Hidayat (@mnfh_fadly) on Oct 28, 2015 at 6:09am PDT

Kelas 12 adalah masa-masa yang bisa dibilang cukup sulit, apalagi untuk seseorang yang belum mempersiapkan secara matang dari tahun-tahun sebelumnya. Karena di akhir masa SMA itulah kita harus akan memikirkan kemana kita akan melangkah selanjutnya. Jadi memang harus bener-bener dipersiapkan dengan baik langkah kita kedepannya, karena kita akan menghadapi dunia yang lebih luas dan sangat berbeda dengan lingkup sekolah.

Setiap sekolah pasti akan membina dan membimbing para siswanya dengan baik untuk masa depan yang baik, mereka yang akan membantu kita dalam beberapa segi, yaitu ilmu, bimbingan, dan motivasi untuk kita, karena guru selalu mengharapkan siswanya jadi yang terbaik. Benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa, semoga apa yang mereka ajarkan ke kita semua akan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan kita, Aamiin.

Saya akan menceritakan tentang sesuatu yang berhubungan dengan judul di artikel ini, yaitu “Destination Target 2016 : Succes!”. Mengapa saya membuat judul demikian? Karena di saat kelas 12 saat itu saya sudah menentukan target saya, yaitu target menuju Perguruan Tinggi. Dan target itu Alhamdulillah sukses saya dapatkan, rasanya sangat bersyukur bisa mendapatkan nikmat yang telah Allah berikan kepada saya.

Di bulan Oktober tahun lalu, saya membuat sebuah gambar hasil editan saya, dan itu adalah beberapa Target Perguruan Tinggi saya. Saya sudah menentukannya, dan saya publish di akun Instagram saya :



Di gambar itu ada 4 foto Perguruan Tinggi yang saya pilih, yaitu :
1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Padjajaran (UNPAD)
3. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta), dan
4. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN Bandung)

Itulah 4 PTN yang saya pilih dengan memprioritaskan prodi Ilmu Komunikasi dan Manajemen. Itu semua adalah pilihan yang sangat berat karena peminatnya yang banyak dan daya tampung yang minim, apalagi itu termasuk PTN terbaik di Indonesia, yang sangat jelas sangat ketat persaingannya. Tapi saya tetep memutuskan untuk ‘nekat’ memilih itu semua, karena saya yakin bahwa saya bisa mencapai target saya.

Ingin masuk di PTN terbaik itu tidaklah mudah, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya, kita harus bisa melewati seleksi-seleksi yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak universitasnya. Gagal bukanlah suatu akhir, kita tak akan bisa merasakan Kesuksesan kalau belum pernah merasakan Kegagalan. Karena…

“Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”

Saya pun juga merasakan pahitnya kegagalan. Untuk mencapai target saya, saya melakukan seleksi di 3 jalur, yaitu SNMPTN, SPAN-PTKIN, dan SBMPTN.

1. SNMPTN
Yang pertama saya coba adalah SNMPTN, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti. Jenis seleksi SNMPTN ini adalah berdasarkan nilai rapot kita dari semester 1-5. Di SNMPTN ini diberi 3 pilihan, dan saya memilih berdasarkan prioritas :
1. Ilmu Komunikasi - UI
2. Ilmu Komunikasi – UNPAD
3. Manajemen – UNPAD


Dan pada tanggal 9 Mei 2016 (Seharusnya 10 Mei, tapi dimajukan), saya melihat hasilnya di website resmi SNMPTN, dan disitu Panitia memutuskan bahwa saya…

Tidak di Terima

Ini adalah kegagalan pertama dalam meraih Target saya. Lalu saya mendaftarkan diri untuk ikut SBMPTN, namun sebelumnya saya sudah mendaftarkan juga untuk SPAN-PTKIN.

2. SPAN-PTKIN
Selanjutnya adalah jalur SPAN-PTKIN, yaitu Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri. Jenis seleksi ini sama seperti SNMPTN, yaitu dengan nilai rapot semester 1-5, namun beda penyelenggara, SPAN-PTKIN ini diselenggarakan oleh Kemenag, dan hanya terbuka untuk UIN, IAIN, dan STAIN. Untuk SPAN-PTKIN ini bisa memilih 2 Perguruan  dan 2 Prodi dari masing-masing perguruan, jadi saya memilih (berdasarkan prioritas) :
1. Komunikasi Penyiaran Islam – UIN Jakarta
2. Manajemen Pendidikan – UIN Jakarta
3. Komunikasi Penyiaran Islam – UIN Bandung
4. Manajemen Keuangan Syariah – UIN Bandung


Kemudian tanggal 23 Mei 2016, saya pun kembali melihat website resmi SPAN-PTKIN dan hasilnya…




3. SBMPTN
Jadwal untuk tes SBMPTN ini tanggal 31 Mei, tapi sebenernya saya sudah mendapatkan hasil yang positif lewat jalur SPAN-PTKIN. Karena saya sudah terlanjur mendaftarkan diri di SBMPTN, yang tesnya memerlukan biaya yang cukup besar, maka saya tetap akan melaksanakan jalur ini agar biaya yang orang tua saya keluarkan tidak sia-sia. SBMPTN ini adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang dilakukan secara serentak di seluruh nusantara pada tanggal 31 Mei. Dimana semua ‘Pejuang PTN’ sedang berusaha untuk mendapatkan kursi untuk menempuh ilmu di Universitas yang mereka inginkan. Mereka sangat berjuang dengan semangat ’45, sama seperti berjuang melawan penjajah, tapi bedanya adalah persaingan ini adalah Fastabiqul Khoirot (Berlomba-lomba dalam kebaikan).

Sangat disayangkan sekali, saya melaksanakan tes SBMPTN ini dengan santai dan tanpa ada persiapan belajar samasekali. Karena saya merasa bahwa saya sudah dalam zona aman, aman dalam arti udah keterima lewat Jalur SPAN-PTKIN. Jadi saya tidak menganggap tes ini serius tapi tetap mengerjakan dengan semampunya. Sisi baiknya adalah saya memberikan peluang kepada saingan saya agar bisa diterima di pilihan tersebut hehehe. Dan pilihan saya di SBMPTN ini adalah :
1. Ilmu Komunikasi – UI
2. Ilmu Komunikasi – UNPAD
3. Ilmu Agama Islam – UNJ


Dan akhirnya sudah jelas bahwa saya tidak mendapatkan hasil disini, tapi ahsudahlah..

Pada akhirnya saya menentukan untuk mengambil hasil dari Jalur SPAN-PTKIN, yaitu melanjutkan ke jenjang kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Saya sangat bersyukur banget karena dimudahkan dalam penyeleksian ini, dimana saya bisa mendapatkan PTN yang hanya dengan memberikan nilai rapot sekolah. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin

Saya sangat mengapresiasikan kepada para pejuang yang selalu mencoba bangkit dari kegagalan demi meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Banyak para pejuang PTN lain di luar sana yang gagal hingga sekian kali, namun usaha dan semangatnya tidak pernah luntur untuk tetap meraihnya. Semoga kalian semua mendapatkan hasil yang terbaik 😊

[CERITA TAMBAHAN]

Dan… WAHAHAHAHAHAHAHA

Saya mau minta maaf kepada para pihak-pihak yang merasa tertipu oleh postingan saya di Facebook yang mengatakan bahwa saya diterima di Universitas Indonesia :3 itu Cuma editan kok guys :3 itu kayaknya tipuan terparah yang saya lakuin, sampe-sampe satu sekolah tau kabar diterimanya saya di UI ._. bahkan beritanya sampe di telinga Kepala Madrasah, wah gawat banget pokoknya deh…. Saya minta maaf yaa kalau tipuannya luar biasa hehehehe

Yang bisa disimpulkan dari pengalaman saya ini adalah kita harus tetep bangun walaupun jatuh berkali-kali, harus bisa meng-upgrade diri dari kegagalan yang pernah terjadi. Karena kegagalan adalah hal yang wajar, kita harus berusaha dan berdo’a untuk meraih apa yang kita inginkan. Jangan berat sebelah diantara kedua itu.

Terimakasih sudah membaca! Semoga bermanfaat :)

Wrote by Fadhlillah Hidayat

Atau bisa meng-klik link ini :

Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100001005945479
Twitter : http://www.twitter.com/mnfh_fadly
Instagram : http://www.instagram.com/mnfh_fadly
Ask fm : http://ask.fm/mnfh_fadly

Wrote by Fadhlillah Hidayat


Nama
Muhammad Nurfadhlillah Hidayat

Nickname
Fadly

Tempat, Tanggal Lahir
Depok, 5 Desember 1998

Tempat Tinggal
Depok, Jawa Barat

Pendidikan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2016-Sekarang)
MAN Cibinong (2013-2016)
MTs Al-Kautsar (2010-2013)
MI Darul Falah II (2004-2010)

Hobi
Edit, Musik, Tidur, Menulis
Wrote by Fadhlillah Hidayat
Postingan Lebih Baru Beranda

About Me




Saya adalah seorang yang biasa, namun ingin mengekspresikan diri saya melalui media, yang salah satunya adalah blog ini. So, be happy and enjoy it!

-Fadhlillah Hidayat

LinkedIn Profile


M. Nurfadhlillah Hidayat

My Running Journey

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  April (1)
      • Mimpi Laptop Hilang
  • ►  2020 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2017 (11)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)

Let's Support GFriend!

Copyright Fadhlillah Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Populernya tuh Disini!

  • [SOSIAL] Jalan “Pintas” Bikin SIM Cepat di Depok
  • [HUMAN INTEREST] Mengenal Enterpreneur dan Motivator Muda, Rendy Prihartono
  • [AGAMA] Talkshow Qurani bersama Muzammil Hasballah
  • Pendekatan Teori SOLAADS Frank Jefkins dalam Contoh Siaran Pers
  • Kotak Pandora dari (G)I-DLE, Suatu Konsep Nightmare yang Memukau
  • Pedas Mantap Hadir di Berani Festival 2019
  • PBAK 2016, Day 1 : Pra-PBAK / Gladi Resik
  • PBAK 2016 SERIES
  • Goodbye, My Obsession!
  • Perpisahan yang Akan Kembali Bertemu

Pengikut

PENGUNJUNG FADLY

Categories

Story Kuliah Opini Cinta Narasi Politik UAS Jurnalistik Pemilu 2019 UTS Teknik Publikasi Hati Mimpi Inspirasi Korean Zone Magang Owner PBAK 2016 Profile Straight News (G)I-DLE COMFEST 2017 Drama Review Feature News ICONIC Indonesia Interview KKN My Target Pabangbon Queendom

Panutanqu

  • kaoskakibau.com - by ron
    The EXhOrizon Saga: PART 3 – The Flight Drama (2)
    1 bulan yang lalu
  • 68ACA :: a modest thought
    Main Jungkat-Jungkit
    6 tahun yang lalu

Copyright © 2015 fadlytheworld. Designed by OddThemes