• Home
  • Content
    • #Jikalau
    • Tugas Kuliah
      • UAS Jurnalistik
      • UTS Teknik Publikasi
    • Politik
      • Pemilu 2019
    • Internship Stories
    • Korean Zone
      • K-Pop Review
      • K-Drama Review
  • Travel
    • KKN di Desa Pabangbon
  • Find Me
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Email
  • Ask Me!
  • Owner
fadlytheworld


Banyak prespektif yang muncul mengenai film/drama, orang-orang awam biasanya menilai bahwa drama korea berisikan kisah-kisah mengenai percintaan, karena drakor yang lebih sering terangkat dan populer itu tentang romance, ditambah lagi banyak para pemuda, khususnya kaum hawa yang setelah menonton drakor akan terbawa perasaannya dan mengharapkan kisah cintanya mulus dan se-romantis pasangan di drakor. Dari pemikiran tersebut, drakor dianggap sebagai ikon dari cerita asmara, sama halnya seperti kita menonton sinetron Indonesia yang sering kita liat di layar tv.

Untuk memperbaiki streotip yang ada di masyarakat, kita perlu memberitahu bahwa drakor tidaklah sesempit itu. Sama seperti film, drakor juga memiliki berbagai genre yang semuanya bisa kita nikmati. Kalau kita ingin menghindari cerita cinta, kita bisa memilih genre lain yang ceritanya juga tetap berkualitas.

Harus diakui kalau kualitas drama korea ini patut diacungi jempol karena kualitas ceritanya gak main-main. Bukan mau merendahkan karya negara sendiri, tapi saya rasa Indonesia juga perlu belajar dari sini supaya kualitasnya lebih baik lagi. Karena sejauh ini, kesan yang didapat dari sinetron Indonesia yaa gitu-gitu aja, dan juga biasanya cerita di sinetron itu tergantung sama ratingnya, selama itu sinetron punya rating penonton yang bagus, pasti sinetronnya tetep terus tayang dan ceritanya dibikin ngalor-ngidul sampe kita gak tau sebenernya ini tuh ceritanya tentang apa. Liat aja sinetron yang jualan bubur itu, bayangin aja episodenya udah ribuan gitu, pasti penulis skenarionya dibikin mabok dan kru produksinya capek gara-gara kejar tayang banget wkwkwk.

"Makanya saya gak mau ngambil tawaran kalau produksi yang series (ber-episode) gitu, karena pasti capek dikejar tayang." - Pak Iskandar, dosen praktisi

Berbeda dengan drama korea, dimana konsep, ide, ceritanya semua udah bener-bener mateng sebelum diproduksi, udah jelas juga berapa episodenya dan gak akan ada perpanjangan episode kecuali memang episode spesial, itupun episodenya diluar cerita inti. Atau kalaupun memang ada perpanjangan episode gitu pasti jarang. Biasanya drakor diproduksi dari jauh-jauh hari sebelum di rilis, jadinya mereka menyelesaikan syutingnya terlebih dahulu dan setelah semuanya rampung, baru bisa meluncur. Apalagi kalau drama yang genrenya ke arah fantasy atau sci-fi gitu, pasti butuh waktu lagi untuk membuat CGI atau efek-efek tertentu yang dibutuhkan. Mereka gak mau liat orang pura-pura naik hewan terbang tetapi yang keliatan di tv cuma orang duduk beralaskan kain berwarna hijau gara-gara lupa di edit WKWKWK.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga beberapa drama yang produksi atau syutingnya kejar tayang gitu. Setidaknya, alasan yang paling logis di kepala saya itu mereka menghindari kejar tayang, dan pasti ada alasan dan pertimbangan lainnya yang belum saya ketahui.

Bukan ingin menjatuhkan, tapi ini sebuah kritik yang harapannya membuat dunia perfilman kita jadi jauh lebih baik. Kritik untuk membangun itu boleh kan? :)

____________

To be honest, tadinya ini tuh mau ngereview drama Vagabond, tapi intronya kepanjangan gini, saya pun heran XD

Karena ini udah lumayan panjang dan terlihat seperti punya topik tersendiri, yaudah berarti reviewnya di lain waktu aja deng hehehe ._.v

Wrote by Fadhlillah Hidayat
Penampilan (G)I-DLE membawakan lagu 싫다고 말해 (Nightmare Ver.) di Queendom

Baru-baru ini, (G)I-DLE memberikan penampilan yang mengerikan tetapi memukau dengan lagu 싫다고 말해 (Put It Straight) di acara survival Queendom, acara yang memperebutkan gelar Ratu diantara para Idol Girlgrup.

Listen on Spotify
Original Ver. | Nightmare Ver.


Kalau diulas dari babak sebelumnya, babak kedua <Cover Contest> adalah babak yang paling buruk bagi Yuqi cs ini, karena saat itu mereka berada di posisi ke-6 alias terakhir. Banyak yang menilai penampilan (G)I-DLE dalam membawakan lagu 2NE1 - Fire itu menjatuhkan ekspetasi para penonton bahkan dari grup lain, yang berharap penampilan itu akan lebih bagus, melihat bagusnya penampilan mereka di babak pertama yang luar biasa dan membuat mereka meraih posisi pertama.



Untungnya setelah mendengar posisi mereka yang tidak menguntungkan itu, mental mereka tetap kuat dan bahkan semakin semangat untuk memberikan penampilan yang lebih baik. Mereka bisa seperti itu berkat sang leader, Jeon Soyeon. Memang sih, Soyeon ini bisa dibilang punya mental yang sangat kuat karena kompetisi seperti ini merupakan hal yang sudah pernah dia rasakan. Dia sendiri pernah mengikuti ajang survival seperti Unpretty Rapstar 3 dan Produce 101 Season 1. Dengan kemampuannya sebagai seorang pemimpin, Soyeon bisa dengan baik menjadi support system bagi (G)I-DLE. Bisa dibilang, Soyeon ini orang yang jadi otak dari grupnya dan hal itu membuat member lainnya jadi overshadowed. Ini cuma opini pribadi aja sih ya, soalnya ngeliat Soyeon yang membimbing anggotanya, juga dia yang mengkomposeri dan menulis lagu untuk grupnya.

Masuk ke babak selanjutnya, yaitu babak <Box of Pandora>, dimana pada babak ini mereka diminta menampilkan lagu yang direkomendasikan oleh fansnya. Soyeon menekankan bahwa ia akan memberikan penampilan yang lebih baik, ia senang berada di posisi bawah karena baginya ketika berada di bawah adalah kesempatan untuk bisa naik. 

Mereka melihat-lihat data lagu yang direkomendasikan oleh fans, lalu muncul lagu Put It Straight sebagai salah satu lagu yang direkomendasikan. Soyeon menyampaikan opininya bahwa lagu ini cocok untuk ditampilkan, dia juga sudah menembus alam pikirannya untuk menggambarkan konsep lagu ini, dia berniat membuat penampilan yang menggila. Lagu Put It Straight ini menceritakan tentang seseorang yang ditinggalkan oleh kekasihnya, dan Soyeon ingin membawakannya dengan memberi emosi yang marah sekaligus sedih. Selain dari konsep lagu, ia juga sudah memikirkan konsep pakaiannya. Soyeon ingin menunjukkan pakaian yang sebenarnya lazim menjadi tidak lazim, dimana seharusnya gaun itu umumnya identik dengan menggunakan alas seperti sepatu kaca, tetapi disini ia ingin membuatnya tanpa alas kaki agar terkesan gila.



Berkat penampilannya itu, (G)I-DLE mendapat respon yang positif dari penonton dan netizen. Mereka menilai bahwa dari segala aspek sudah luar biasa, ekspresinya pun gak main-main, asli dah bikin merinding!
Wrote by Fadhlillah Hidayat
Postingan Lama Beranda

About Me




Saya adalah seorang yang biasa, namun ingin mengekspresikan diri saya melalui media, yang salah satunya adalah blog ini. So, be happy and enjoy it!

-Fadhlillah Hidayat

LinkedIn Profile


M. Nurfadhlillah Hidayat

My Running Journey

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  April (1)
      • Mimpi Laptop Hilang
  • ►  2020 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2017 (11)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)

Let's Support GFriend!

Copyright Fadhlillah Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Populernya tuh Disini!

  • [SOSIAL] Jalan “Pintas” Bikin SIM Cepat di Depok
  • [HUMAN INTEREST] Mengenal Enterpreneur dan Motivator Muda, Rendy Prihartono
  • [AGAMA] Talkshow Qurani bersama Muzammil Hasballah
  • Pendekatan Teori SOLAADS Frank Jefkins dalam Contoh Siaran Pers
  • Kotak Pandora dari (G)I-DLE, Suatu Konsep Nightmare yang Memukau
  • Pedas Mantap Hadir di Berani Festival 2019
  • PBAK 2016, Day 1 : Pra-PBAK / Gladi Resik
  • PBAK 2016 SERIES
  • Goodbye, My Obsession!
  • Perpisahan yang Akan Kembali Bertemu

Pengikut

PENGUNJUNG FADLY

Categories

Story Kuliah Opini Cinta Narasi Politik UAS Jurnalistik Pemilu 2019 UTS Teknik Publikasi Hati Mimpi Inspirasi Korean Zone Magang Owner PBAK 2016 Profile Straight News (G)I-DLE COMFEST 2017 Drama Review Feature News ICONIC Indonesia Interview KKN My Target Pabangbon Queendom

Panutanqu

  • kaoskakibau.com - by ron
    The EXhOrizon Saga: PART 3 – The Flight Drama (2)
    3 bulan yang lalu
  • 68ACA :: a modest thought
    Main Jungkat-Jungkit
    7 tahun yang lalu

Copyright © 2015 fadlytheworld. Designed by OddThemes