• Home
  • Content
    • #Jikalau
    • Tugas Kuliah
      • UAS Jurnalistik
      • UTS Teknik Publikasi
    • Politik
      • Pemilu 2019
    • Internship Stories
    • Korean Zone
      • K-Pop Review
      • K-Drama Review
  • Travel
    • KKN di Desa Pabangbon
  • Find Me
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Email
  • Ask Me!
  • Owner
fadlytheworld



Kita tau bahwa air mata keluar tidak hanya ketika seseorang bersedih, tapi juga kadang karena kebahagiaan, rasa terharu, dan bangga. Dan diriku telah beruntung sekali karena telah mempunyai seseorang yang sangat tulus dalam mencintaiku, ada yang mengatakan bahwa air mata adalah suatu bentuk ketulusan dari hati seseorang, dan akupun sangat menyadari bahwa setiap yang dia lakukan untukku benar-benar dengan tulus. Untuk itu, aku akan selalu memertahankannya, tidak ingin kehilangan seseorang yang hatinya tulus untukku, dan akupun akan memperbaiki diri untuk menjadi seseorang yang terbaik untuk kamu, love you.

(fhrf)
Wrote by Fadhlillah Hidayat




Banyak yang mengatakan bahwa setiap ada pertemuan pasti akan kembali berpisah, bagaimana jika kita balik pernyataan itu? Apakah bisa setiap perpisahan akan kembali bertemu?

Dunia ini diciptakan dengan segala sesuatu yang berpasang-pasang. Seperti halnya pria dan wanita, siang dan malam, panjang dan pendek, jauh dan dekat, pertemuan dan perpisahan, dll. Semua berpasangan, namun perbedaan itu menjadi hal yang saling melengkapi. Kita tidak bisa membayangkan jika kehidupan di dunia ini tidak berpasangan.. masa iya pria/wanita (salah satunya) mau jadi jones seumur hidupnya, siang terus menerus rasanya panas sekali, dan banyak hal lainnya yang menjadi tidak seimbang di dunia ini. Tapi ada juga pasti di salah satu aspek kehidupan ini, hal yang tidak ingin dipasangkan dengan yang lainnya, yaitu Pertemuan tanpa Perpisahan.
Manusia adalah makhluk yang saling bergantung terhadap manusia lainnya. Aristoteles memberi istilah zoon politicon, yaitu ‘makhluk yang bermasyarakat’. Karena manusia adalah makhluk sosial dan saling bergantung dengan manusia lainnya, jadi bertemunya antar manusia adalah hal yang sangat wajar, dan wajar jika manusia tidak ingin berpisah dengan manusia lainnya, terlebih kepada seseorang yang sangat kita kenal dan mungkin yang ada di hati kita, yang kita cintai dan kita sayangi. Kita sangat tidak menginginkan perpisahan akan terjadi di dalam kehidupan kita, kita selalu ingin orang-orang yang kita inginkan tetap bersama dengan kita. Namun pertemuan dan perpisahan ini sudah menjadi kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, kita tidak bisa menghindari hal itu. Yang pasti kita harus yakini bahwa setiap apa yang dikehendaki-Nya adalah yang terbaik untuk kita, dan pasti akan menjadi sebuah pembelajaran untuk kita.

Perpisahan ini bermacam-macam, bukan hanya berpisah secara jiwa dan raga seperti wafat. Kita lulus dari SD, kita akan berpisah dengan guru dan teman ketika SD. SMP, SMA ataupun lembaga lainnya juga seperti itu. Percayalah bahwa semua perpisahan ini hanya sementara, karena suatu saat kita akan kembali bertemu, seperti halnya siklus siang dan malam, dari siang menuju ke malam lalu bertemu siang kembali dan akan terus berlanjut terus-menerus. Kita berpisah setelah dari SMA, siapa tau nanti kita akan bertemu kembali, bahkan dalam suasana yang berbeda, bertemu dalam keadaan yang luar biasa dengan kesuksesan yang sudah kita raih. Bahkan jika kita berpisah dengan meninggalkan dunia ini terlebih dahulu, bisa saja kita akan dipertemukan kembali di akhirat nanti. Semoga saja bertemunya in Heaven, kalau di neraka mah sama aja bohong -_- banyak-banyak berdo’a, beribadah, dan berbuat baik kalau ingin seperti itu..



Dan untuk yang berpisah sementara karena jarak…
Berpisah jarak dalam suatu hubungan yang nantinya diyakini akan bertemu kembali, cukup dengan saling mendo’akan dan mensupport satu sama lain. Do’a dan dukungan adalah hal yang terpenting, do’a mempunyai suatu kekuatan keajaiban yang luar biasa. Dengan berdo’a, kita akan merasa mendekatkan yang jauh, bahkan hebatnya do’a itu kita berbisik ke bumi namun didengar oleh langit.. sungguh luar biasa Kuasa-Mu wahai Rabbi.. dan dukungan (support) juga akan membuat kita lebih semangat dalam menjalani hidup walaupun tidak dengan bertemu. Layaknya dalam pertandingan sepak bola atau hal lainnya, pasti selalu ada yang mendukung dan memberinya semangat, mereka biasa disebut dengan fans atau supporter. Dengan adanya yang mendukung, itu akan membuat kita menjadi timbul rasa semangat terhadap sesuatu.

Jadi walaupun dalam keadaan berpisah, percayalah akan kembali bertemu jika Tuhan berkehendak.


NB : Tulisan ini tidak mempunyai referensi, murni berdasarkan yang ada di otak saya yang agak eror ini, saya hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran saya. Jadi saya minta maaf apabila ada pernyataan yang saya tulis ini tidak sesuai dengan yang seharusnya, yang tidak sesuai dengan kebenarannya, karena saya juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Semoga gak bikin sesat orang wkwkwk


(fhrf)
Wrote by Fadhlillah Hidayat


Satu hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita, dan akan selalu menjadi suatu yang akan selalu berhubungan dengan kita, yaitu Hati. Kita selalu menghubung-hubungkan setiap apa yang kita lakukan dengan hati. Dengan hati inilah yang merupakan hakikat manusia yang sesungguhnya karena sifat dan keadaannya yang dapat menangkap segala pengertian serta pengetahuan sehingga manusia yang mempunyai hati tersebut dapat melakukan perbuatan atau amal. Berbeda jika hati yang kita maksud adalah hati yang secara jasmani, hati yang secara jasmani adalah segumpal daging yang berbentuk bulat panjang seperti jantung pisang yang terletak di rongga dada sebelah kiri. Jadi jangan pernah salah lagi untuk menunjuk hati yang ada di dalam diri kita, masa udah gede masih gak tau dimana letak hati kita. . .

Ibarat di dalam suatu negara, hati itu laksana presiden atau kepala pemerintahan. Dalam menjalankan kebijakan yang telah ditentukan sang presiden, tentulah dibutuhkan tenaga pelaksana, atau dapatlah disebut pasukan atau tentara-tentara. Dengan demikian, pasukan itu bergerak dan bertindak atas dasar perintah sang presiden. Mereka tidak dapat menyeleweng dari garis perintah yang telah diberikan oleh si hati selaku presiden mereka. Penjelasan tentang pasukan selaku pelaksana yang menjalankan perintah hati tersebut, adalah pasukan lahir.
Pasukan lahir adalah pasukan hati yang dapat dilihat oleh mata, yang terdiri dari tangan, kaki, mata, telinga, mulut, dan semua anggota tubuh lainnya. Kesemua anggota tubuh itu bertindak dan bergerak karena perintah hati. Jika hati memerintahkan mata untuk terbuka dan melihat sesuatu, maka mata akan menuruti perintahnya dengan membuka dan melihat sesuatu yang dikehendaki oleh hati itu. Tangan akan melakukan suatu tindakan atau gerakan menurut perintah hati. Kaki akan bergerak, melangkah dan berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan hati kepadanya. Begitu pula lidah atau lisan, apabila ia disuruh oleh hati untuk berbicara dan pasti apa yang akan dibicarakannya, maka akan berbicaralah ia. Demikian pula pembawaan dan naluri seluruh anggota-anggota yang lain.

Mengingat tugasnya tersebut, maka kebutuhan hati akan segenap pasukan-pasukannya itu sama dengan kebutuhan hati terhadap kendaraan dan bekal  yang diperlukannya untuk perjalanannya melaksanakan tugas yang diembannya.
Kendaraan bagi hati adalah badan, sementara bekal yang diperlukan hati adalah ilmu.
Meskipun sesungguhnya semua pasukan hati tersebut bertindak atas perintah hati selaku presiden, namun tidak jarang mereka membantah serta membangkang terhadap perintah hati, kedua pasukan tersebut adalah amarah dan syahwat.

Jika amarah dan syahwat menuruti perintah hati, maka hal itu dapat menolong hati dalam perjalanannya yang sedang ditempuh hingga akhirnya meninggalkan dunia yang fana ini. Akan tetapi jika amarah dan syahwat tersebut membantah dan membangkang terhadap hati, dan bahkan akhirnya keduanya dapat menguasai dan memperbudak hati, maka akan rusak dan binasalah hati serta terputusnya perjalanan hati untuk mencapai kebahagiaan abadi.
Namun sesungguhnya hati masih memiliki pasukan lain, yaitu Ilmu, Hikmah, dan Tafakur (Pengamatan). Ketiga pasukan hati tersebut merupakan pasukan yang sangat berharga bagi hati, karena mereka merupakan pasukan yang bertugas melindungi pasukan amarah dan syahwat. Hati berhak meminta pertolongan kepada ilmu, hikmah, dan tafakur.
Hati kita yang ibaratnya sebagai pemimpin seluruh diri kita, kita harus melakukan apa yang diperintahkan oleh hati, karena sejatinya hati kita selalu memerintahkan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, bukan sebaliknya. Hal-hal yang membuat hati kita hancur adalah karena amarah dan syahwat yang membangkang terhadap hati. Jika kita bisa memanage hati kita dengan baik, InsyaAllah perjalanan hidup kita bersama hati kita akan cemerlang di dunia bahkan di akhirat. Aamiin yra.

Referensi :
Ghazali, Imam Al. Manajemen Qalbu. Yogyakarta: Harapan Utama, 2003.
Wrote by Fadhlillah Hidayat
Postingan Lama Beranda

About Me




Saya adalah seorang yang biasa, namun ingin mengekspresikan diri saya melalui media, yang salah satunya adalah blog ini. So, be happy and enjoy it!

-Fadhlillah Hidayat

LinkedIn Profile


M. Nurfadhlillah Hidayat

My Running Journey

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  April (1)
      • Mimpi Laptop Hilang
  • ►  2020 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2017 (11)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)

Let's Support GFriend!

Copyright Fadhlillah Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Populernya tuh Disini!

  • [SOSIAL] Jalan “Pintas” Bikin SIM Cepat di Depok
  • [HUMAN INTEREST] Mengenal Enterpreneur dan Motivator Muda, Rendy Prihartono
  • [AGAMA] Talkshow Qurani bersama Muzammil Hasballah
  • Pendekatan Teori SOLAADS Frank Jefkins dalam Contoh Siaran Pers
  • Kotak Pandora dari (G)I-DLE, Suatu Konsep Nightmare yang Memukau
  • Pedas Mantap Hadir di Berani Festival 2019
  • PBAK 2016, Day 1 : Pra-PBAK / Gladi Resik
  • PBAK 2016 SERIES
  • Goodbye, My Obsession!
  • Perpisahan yang Akan Kembali Bertemu

Pengikut

PENGUNJUNG FADLY

Categories

Story Kuliah Opini Cinta Narasi Politik UAS Jurnalistik Pemilu 2019 UTS Teknik Publikasi Hati Mimpi Inspirasi Korean Zone Magang Owner PBAK 2016 Profile Straight News (G)I-DLE COMFEST 2017 Drama Review Feature News ICONIC Indonesia Interview KKN My Target Pabangbon Queendom

Panutanqu

  • kaoskakibau.com - by ron
    The EXhOrizon Saga: PART 3 – The Flight Drama (2)
    3 bulan yang lalu
  • 68ACA :: a modest thought
    Main Jungkat-Jungkit
    7 tahun yang lalu

Copyright © 2015 fadlytheworld. Designed by OddThemes