• Home
  • Content
    • #Jikalau
    • Tugas Kuliah
      • UAS Jurnalistik
      • UTS Teknik Publikasi
    • Politik
      • Pemilu 2019
    • Internship Stories
    • Korean Zone
      • K-Pop Review
      • K-Drama Review
  • Travel
    • KKN di Desa Pabangbon
  • Find Me
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Email
  • Ask Me!
  • Owner
fadlytheworld

Alhamdulillah saya diundang untuk menjadi moderator debat capres pertama ini, WKWKWK


Disclaimer:
Hasil review ini merupakan salah satu tugas kuliah saya pada matkul Komunikasi Politik yang diampu oleh Pak Gun Gun Heryanto, M.Si. Saya pikir, daripada tulisan itu hanya menjadi sekedar tugas saja, rasanya masih kurang bermanfaat karena sudah pasti beliau sebagai dosen tau isi dari tugas tersebut, sedangkan yang membutuhkan informasi ini adalah khalayak umum. Maka dari itu, saya berkeinginan untuk mempublikasikan tugas saya melalui blog ini, semoga bisa menjadi manfaat. Aamiin yaa Allah

Oh iya, review yang saya buat ini berdasarkan hasil review dosen saya sendiri, yaitu Pak Gun Gun yang dimuat dalam beberapa portal berita (Republika dan Media Indonesia). Jadi ini adalah ngereview hasil review yang di review oleh beliau 😅

Untuk melihat hasil review aslinya, temen-temen bisa cek link dibawah ini:

  1. Debat Pertama: Evaluasi Debat Capres Perdana
  2. Debat Kedua: Makna Debat Kedua
  3. Debat Ketiga: Peneguhan Narasi Calon Wakil Presiden
  4. Debat Keempat: Strategi Memikat Debat Keempat

(Review Debat Capres-Cawapres ini hanya sampai Debat Keempat, karena hingga tugas ini dibuat, belum terjadi/ belum jadwalnya debat kelima)

Satu lagi, kalau nanti melihat isi review saya agak ngawur atau terkesan seperti merangkum, mohon maaf dan semoga memaklumi yaa... Soalnya ngerjainnya juga kejar tayang wkwkwk

Selamat membaca!

_____________________________________


REVIEW DEBAT 1-4 CAPRES-CAWAPRES RI 2019 
DARI HASIL REVIEW PAK GUN GUN HERYANTO

DEBAT PERDANA, 17 JANUARI 2019
Debat Perdana ini menjadi gerbang pembuka kepada masyarakat untuk melihat diskusi antar paslon dan mengetahui visi misi masing-masing. Banyak respon yang diterima, baik itu pujian maupun kritikan, atau bahkan cacian. Memuji yang didukung dan mencaci pesaing dukungannya.

Orang-orang yang masih belum menentukan pilihannya atau swing voter membutuhkan adanya debat ini supaya bisa mendengar penjelasannya, juga membandingkan satu dengan yang lainnya. Inilah tugas yang harus dilakukan oleh kedua paslon untuk bisa mengambil hati masyarakat, karena debat menjadi bagian dari komunikasi persuasive yang dapat memengaruhi lingkungan politik.

Dari teori tindakan beralasan (Reasoned Action Theory) yang disampaikan oleh Pak Gun Gun, kita bisa tahu bahwa intensi atau niat melakukan dan tidak melakukan perilaku tertentu dipengaruhi oleh dua penentu dasar, yaitu berhubungan dengan sikap dan dengan pengaruh sosial, yaitu norma subjektif. Norma subjektif ini membuat masyarakat (khususnya yang fanatik) merasa bahwa yang didukungnya lebih benar, lebih unggul, dan ketika paslon nya melakukan kesalahan pasti akan mencari kebenaran hingga sesuai dengan apa yang diinginkannya dan yang dianggapnya benar. Resonansi informasi di berbagai media massa dan media sosial bisa menentukan siapa yang mengontrol narasi.

Peran media menurut Gaye Tuchman (1980) dapat menyusun realitas hingga membuat ‘cerita’. Karena bisa mengarahkan ke suatu narasi, banyak masyarakat yang membuat berbagai opini menurut cerita yang diinginkannya, dan pertarungan opini ini menjadi kekhawatiran pasca-debat yang perlu diwaspadai.

Sebelum forum debat capres perdana ini dilaksanakan, banyak informasi beredar yang mengatakan bahwa pada debat ini pihak KPU memberi kisi-kisi soal untuk pembahasan debat nanti. Ini merupakan model pertanyaan terbuka yang terjadi pada debat pertama, disusun melalui kisi-kisi 20 pertanyaan. Berdasarkan pengamatan Pak Gun Gun selaku pakar politik, ketika para paslon mengetahui pertanyaan terlebih dahulu, akan menciptakan mental blocking dan menjadi tidak lepas dalam menjawab. Hanya terfokus pada catatan-catatan yang dibawa, dan di sisi lain ada yang terdorong untuk fokus untuk mengingat bahan-bahan yang mau disampaikan.

Pada debat pertama ini, ada beberapa tema yang akan didebatkan, yaitu mengenai hukum, HAM, pemberatasan korupsi, dan terorisme. Substansi pesan pada perdebatannya kurang pragmatis, juga kurang proporsionalnya ulasan tentang HAM. Belum terlihat ada keinginan dari kedua belah pihak untuk menuntaskan kasus-kasus besar HAM. 

Manajemen forum debat menjadi salah satu yang juga perlu dievaluasi, pembagian ruang dalam berbicara tidak proporsional, dapat dilihat ketika Pak Jokowi lebih tampil dominan dibanding Pak KH Ma’ruf Amin. Kurangnya manajemen forum ini juga dapat dilihat ketika Pak Prabowo sering overtime.

DEBAT KEDUA, 17 FEBRUARI 2019
Debat kedua ini akan menjadi panggung antar capres, yaitu Pak Jokowi dari paslon 01 dan Pak Prabowo dari paslon 02. Panggung ini dapat dioptimalkan untuk meningkatkan opini positif pada dirinya dan meggoyahkan kepercayaan pemilih kepada pihak lawan. Debat kali ini pun tidak seperti debat sebelumnya yang menggunakan kisi-kisi, jadi ini membuat kesempatan bagi kedua capres untuk menyampaikan paradigma berpikir, orientasi persoalan, data penunjang, logika berpikir, sekaligus prioritas program untuk mengurangi masalah.

Kedua pihak mempunyai pendekatan yang berbeda, dimana Pak Jokowi bisa secara leluasa memaksimalkan elaborasi data dan program andalan pemerintah yang dia pimpin, sedangkan Pak Prabowo harus masuk menantang landasan paradigmatis pembangunan ala Jokowi yang selama ini kerap dikritiknya. Dan yang disayangkan, Pak Prabowo masih kurang optimal dalam memberikan solusi terhadap apa yang ia kritik, dan memberikan alternatif kebijakan untuk lima tahun kedepan. 

Khalayak bisa menikmati sajian narasi jika debat berlangsung interaktif dan menyentuh substansi atau emosi yang diharapkan. Atau, sebaliknya bosan karena tampilan para capres menjemukan. Dalam konteks situasi seperti itu, penting manajemen opini publik terutama dalam strategi membangun koorientasi pada khalayak. Koorientasi terjadi saat dua orang atau lebih yang tadinya baru mengenal atau berada di fase orientasi, akhirnya bersepakat dengan isu, gagasan, program, atau kebijakan yang ditawarkan. Seseorang yang mampu tampil prima dalam mengontrol narasi, dialah yang berpotensi memenangi pertarungan opini. Saat debat, para kandidat perlu mematangkan data dan menguatkan logika. Namun, manajemen opini setelahnya juga sangat diperlukan agar narasi tidak mengalami distorsi.

DEBAT KETIGA, 17 MARET 2019
Debat ketiga yang dilakukan oleh kedua cawapres ini membahas isu pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan. Hal ini menjadi momentum orientasi pemilih karena isu-isu ini lebih sering melekat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Debat cawapres menjadi panggung pembuktian untuk memastikan bahwa capres bukan sekadar penggembira atau pelengkap semata.

Masyarakat punya ketertarikan yang tinggi terhadap debat cawapres ini karena masyarakat penasaran dan ingin tau bagaimana peran cawapres dalam mengatasi masalah-masalah ini. Sosok Pak Joko Widodo dan Pak Prabowo Subianto, sebagian besar publik sudah memiliki referensi terhadap mereka sejak pemilu 2014 lalu. Perjumpaan Pak KH Ma’ruf Amin vs Pak Sandiaga Uno di panggung debat kali pertama inilah yang menjadi fase orientasi rakyat Indonesia terutama pemilih secara lebih komprehensif atas gagasan, program, peran, dan prospek leadership mereka jika terpilih sebagai cawapres.

Proses orientasi menekan pada tiga indikator, yakni kemenonjolan (salience), relevansi (partinance), dan predisposisi atau preferensi. Kemenonjolan perasaan tentang pasangan kandidat yang berasal dari pengalaman pemilih di situasi sebelumnya. Pak KH Ma’ruf Amin menonjolkan isu penting di berbagai bidang, bidang kesehatan dengan Jaminan Kesehatan Nasional dan Program Keluarga Harapan, bidang pendidikan dengan Kartu Indonesia Pintar, dan bidang-bidang lainnya. Sementara itu, Pak Sandiaga Uno berkali-kali meneguhkan kata-kata kunci yang kerap diulang di beberapa segmen, antara lain, di bidang kesehatan dalam 200 hari masa kerja Prabowo-Sandi jika terpilih akan menyelesaikan masalah tata kelola BPJS, di bidang pendidikan, Sandi menekankan pada pembangunan ekosistem riset, dan bidang-bidang lainnya.

Nilai relatif dari pasangan berdasarkan perbandingan posisi (penantang dan petahana), juga perbedaan gaya serta cara mereka yang terbangun sejak lama. Pak KH Ma’ruf Amin meski saat ini bukan wakil presiden, tetapi melengkapi paket tiket Jokowi yang menjadi petahana. Maka sangatlah wajar, jika tadi malam banyak memberi narasi peneguhan tentang implementasi, cerita sukses, apresiasi dari apa yang sudah dilakukan Jokowi. Sebagai penantang, Pak Sandiaga Uno tampak sekali ada hambatan psikologis dalam proses mengembangkan relasi kuasa sebagai pendebat dari pihak penantang. Hal ini bisa jadi disebabkan strategi untuk bermain lebih santun, lebih memberi sentuhan afeksi, serta seni beretorika yang tidak verbal agresif. Mengingat posisi KH Ma’ruf Amin sebagai senior, ulama, dan tokoh dari organisasi Islam paling besar di Indonesia, yakni NU.

Preferensi menyangkut kerangka referensi evaluatif (kepentingan dan nilai), kognisi pemilih, afeksi dan niat perilaku. Dalam konteks debat cawapres, sesungguhnya tidak akan mengubah banyak perubahan pilihan di masyarakat.

Kondisi debat di panggung berjalan cukup membosankan dan monoton, tidak ditemukan hal baru yang menjadi ketertarikan. Pak Sandiaga Uno yang berposisi menjadi penantang, sepertinya mengembangkan strategi aman dengan tidak mengambil cara verbal agresif. 

DEBAT KEEMPAT, 30 MARET 2019
Debat keempat ini kembali dibawakan oleh kandidat capres, yaitu Pak Jokowi dan Pak Prabowo membahas tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional. Dilihat dari gaya komunikasinya, Pak Prabowo tampak berupaya sekali menjaga ritme dalam berkomunikasi. Diksi-diksi yang diproduksi dalam membungkus narasi banyak yang diperhalus dan mengedepankan sisi lain Prabowo yang lebih humanis. Sementara itu, Jokowi, di debat perdana dan kedua banyak mengambil inisiatif membuka dialektika, mengajukan pertanyaan menohok, dan jawaban yang membuat suasana terutama di debat kedua cukup menghangat.

Mereka berdua kembali ke gaya masing-masing dan berupaya tampil maksimal sesuai dengan karakternya. Pak Jokowi tampak berusaha menampilkan penghormatan pada lawan, meskipun diserang sejak segmen pembukaan lewat pernyataan Pak Prabowo soal praktik jual-beli jabatan di pemerintahannya. Bahkan, saat segmen empat dan lima pun Pak Jokowi tampak mengontrol dirinya untuk tidak asertif. Intonasi suara yang cenderung datar dan stabil, gestur cukup rileks, reaksi atas serangan Pak Prabowo juga tampak tidak berlebihan.

Sementara itu, Pak Prabowo tampak berapi-api, memaksimalkan serangan, dan berupaya all out dengan gaya aslinya, yakni dinamis (dynamic style). Gaya ini bersifat agresif, asertif, bicara blakblakan, dan cenderung sangat berorientasi pada hasil akhir.

Dalam banyak hal, gaya itu juga sering menggunakan diksi-diksi yang cenderung agitatif. Hampir di semua segmen Pak Prabowo menyerang Pak Jokowi, kecuali di segmen penutup dan segmen awal saat membahas ideologi Pancasila yang mana mereka saling melempar pujian dan apresiasi.

Yang menarik dari cara memikat dukungan para pemilih yang masih bimbang dan pemilih yang belum menentukan pilihan oleh Jokowi dan Prabowo di panggung debat ialah benang merah pesan-pesan kunci (key messages). Pak Jokowi selaku petahana berulang-ulang menyampaikan cerita sukses (succsess story) pemerintahanya, sedangkan Pak Prabowo lebih ke pendekatan supremasi.

_____________________________________


Wrote by Fadhlillah Hidayat

Menjelaskan sesuatu tentangmu bukanlah perkara yang mudah, perlu jutaan bahkan milyaran kata untuk merangkai keindahan dirimu. You’re… the best person in the world to me. Terbaik untukku, dalam segala hal.

Dari sifatmu saja sudah banyak sekali menggambarkan betapa baiknya dirimu. Kamu yang baik, yang selalu memberi perhatian kepadaku, yang selalu menjaga diri dari pengaruh lawan jenis, yang sangat menandakan kesetiaan dan ketulusanmu padaku, itu yang selalu membuatku nyaman bersamamu.. hal itu yang selalu kupercayakan kepadamu, cintaku..

Tidak bisa dipungkiri bahwa pasti masih ada kekurangan dalam setiap manusia, termasuk dirimu. Karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi dengan kehadiran kamu menjadikan hal yang sempurna di hidupku. Kekurangan itu bukanlah hal yang absolut, kita masih bisa untuk memperbaikinya, dan aku selalu yakin bahwa kekurangan itu suatu saat akan menjadi kelebihan dari dirimu, aku yakin.

Ketaatanmu pada Tuhanmu sangat membuatku terkagum-kagum. Aku selalu ingat dengan apa yang kamu bilang ke aku, mengenai ibadah yang selalu mengajakku untuk menjaga sholatku, bahkan ketika dalam perjalanan, mengenai batasan-batasan dalam setiap pertemuan kita, dan hal-hal lainnya yang rasanya sulit untuk dijelaskan dan diungkapkan..

Dengan kedewasaanmu, kau selalu memberikan solusi terbaik untuk setiap masalahku. Dengan kebiasaanmu, kau membuatku semakin dekat dengan-Nya. Dan dengan tawamu, kau mampu menciptakan tawa yang lebih indah dari diriku. Tak ada yang lebih indah ketika kita bisa tertawa bersama, kita bisa berbagi cerita bersama dan kita bisa bersujud bersama di hadapan-Nya.

Tak hanya pada Tuhanmu, penghormatanmu pada kedua orangtuamu pun sangat membuatku kagum dengan dirimu. Betapa taatnya dirimu kepada Ayah dan Ibumu, selalu takut melakukan kesalahan kepada mereka, menjaga diri agar tidak merusak nama baik keluargamu, dan membantu segala hal yang menjadi urusan orangtuamu…

Harus aku akui bahwa kamu punya daya tarik tersendiri yang membuat kamu berbeda dengan wanita lain. Mengenai penampilanmu, kecantikanmu, itu relatif. Tidak semua orang mempunyai pandangan yang sama. Bagiku, kamu sangat cantik dalam hal apapun, baik fisik maupun hati kamu. Tak pernah sedikit pun aku merasa bahwa kamu tidak cantik, karena pandanganku padamu selalu positif. Aku selalu menyadari cantiknya hati dan fisikmu, walaupun selama ini kamu selalu merasa yang sebaliknya dari apa yang selalu aku ungkapkan ke kamu, hal itu tidak akan merubah pandanganku padamu..

Mata adalah cermin, cermin hati yang terus indah. Berharap mata itu adalah ketenangan jiwa,penolong hati yang terluka dan menebarkan tawa-tawa yang terus menjadi asap hidup pada mereka. Matamu menyentuh jantung hatiku yang paling dalam, tulusnya matamu, lembutnya tatapanmu membuat aku tersentuh lalu jatuh cinta.

Sayang, matahari mungkin tak pernah berharap untuk bertemu rembulan, namun selalu ada gerhana sebagai perantara diujung sana agar mereka sempat bertemu walau sekejap mata.Aku selalu menunggu gerhana-gerhana yang akan mempertemukan kita, karena merindukanmu tak pernah semudah apa yang kamu pikirkan..

Kau adalah motivasi terindahku, penguat jiwa-jiwa yang pernah tidur, tawa yang membuat aku semakin ceria, hingga membuat senyuman di hatiku pada saat kejenuhan akan cinta dan rapuhnya akan luka.

Wajahmu adalah ketenanganku, senyummu adalah sumber semangatku, dan sikapmu adalah teladanku. Kau benar-benar berhasil merubah segala sisi buruk dari diriku.
Itulah yang selalu aku rasakan dengan kehadiranmu, entah rasanya aku selalu mau untuk memperbaiki diri aku dari segala jenis kesalahan di masa lalu yang membuatku merasa selalu ada peningkatan dalam sikap aku, aku sangat berterimakasih padamu, sayang..

Tak mudah untuk mencari seseorang yang seperti kamu

Dengan segala rasa nyaman dan bahagiaku bersamamu, aku selalu merasa sangat bahagia karena bisa membantu kamu dalam kondisi apapun. Aku selalu mau melakukan itu atas kemauanku sendiri, tak pernah sedikitpun merasakan hal yang sebaliknya dari setiap apa yang aku lakukan padamu.
Segala apa yang ku tuliskan disini belum cukup untuk mendefinisikan dirimu, karena banyak hal lainnya yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata, namun rasa ini selalu aku yakini bahwa kamu selalu menjadi orang yang spesial untukku, yang sangat penting bagiku.

Aku bersyukur telah dipertemukan denganmu. Tapi biarlah Tuhan yang mengatur akhir dari cerita ini. Aku akan terus memantaskan diri dan aku berharap kau pun juga melakukan hal yang sama. Hingga akhirnya nanti kita bisa melihat akhir cerita seperti apa yang dikirimkan Tuhan untuk kita

Mari kita saling berdo’a untuk keteguhan hati kita

Teruntuk: seseorang yang berinisial RFA yang menjadi kamu-ku :)

Wrote by Fadhlillah Hidayat




Banyak yang mengatakan bahwa setiap ada pertemuan pasti akan kembali berpisah, bagaimana jika kita balik pernyataan itu? Apakah bisa setiap perpisahan akan kembali bertemu?

Dunia ini diciptakan dengan segala sesuatu yang berpasang-pasang. Seperti halnya pria dan wanita, siang dan malam, panjang dan pendek, jauh dan dekat, pertemuan dan perpisahan, dll. Semua berpasangan, namun perbedaan itu menjadi hal yang saling melengkapi. Kita tidak bisa membayangkan jika kehidupan di dunia ini tidak berpasangan.. masa iya pria/wanita (salah satunya) mau jadi jones seumur hidupnya, siang terus menerus rasanya panas sekali, dan banyak hal lainnya yang menjadi tidak seimbang di dunia ini. Tapi ada juga pasti di salah satu aspek kehidupan ini, hal yang tidak ingin dipasangkan dengan yang lainnya, yaitu Pertemuan tanpa Perpisahan.
Manusia adalah makhluk yang saling bergantung terhadap manusia lainnya. Aristoteles memberi istilah zoon politicon, yaitu ‘makhluk yang bermasyarakat’. Karena manusia adalah makhluk sosial dan saling bergantung dengan manusia lainnya, jadi bertemunya antar manusia adalah hal yang sangat wajar, dan wajar jika manusia tidak ingin berpisah dengan manusia lainnya, terlebih kepada seseorang yang sangat kita kenal dan mungkin yang ada di hati kita, yang kita cintai dan kita sayangi. Kita sangat tidak menginginkan perpisahan akan terjadi di dalam kehidupan kita, kita selalu ingin orang-orang yang kita inginkan tetap bersama dengan kita. Namun pertemuan dan perpisahan ini sudah menjadi kehendak Tuhan yang Maha Kuasa, kita tidak bisa menghindari hal itu. Yang pasti kita harus yakini bahwa setiap apa yang dikehendaki-Nya adalah yang terbaik untuk kita, dan pasti akan menjadi sebuah pembelajaran untuk kita.

Perpisahan ini bermacam-macam, bukan hanya berpisah secara jiwa dan raga seperti wafat. Kita lulus dari SD, kita akan berpisah dengan guru dan teman ketika SD. SMP, SMA ataupun lembaga lainnya juga seperti itu. Percayalah bahwa semua perpisahan ini hanya sementara, karena suatu saat kita akan kembali bertemu, seperti halnya siklus siang dan malam, dari siang menuju ke malam lalu bertemu siang kembali dan akan terus berlanjut terus-menerus. Kita berpisah setelah dari SMA, siapa tau nanti kita akan bertemu kembali, bahkan dalam suasana yang berbeda, bertemu dalam keadaan yang luar biasa dengan kesuksesan yang sudah kita raih. Bahkan jika kita berpisah dengan meninggalkan dunia ini terlebih dahulu, bisa saja kita akan dipertemukan kembali di akhirat nanti. Semoga saja bertemunya in Heaven, kalau di neraka mah sama aja bohong -_- banyak-banyak berdo’a, beribadah, dan berbuat baik kalau ingin seperti itu..



Dan untuk yang berpisah sementara karena jarak…
Berpisah jarak dalam suatu hubungan yang nantinya diyakini akan bertemu kembali, cukup dengan saling mendo’akan dan mensupport satu sama lain. Do’a dan dukungan adalah hal yang terpenting, do’a mempunyai suatu kekuatan keajaiban yang luar biasa. Dengan berdo’a, kita akan merasa mendekatkan yang jauh, bahkan hebatnya do’a itu kita berbisik ke bumi namun didengar oleh langit.. sungguh luar biasa Kuasa-Mu wahai Rabbi.. dan dukungan (support) juga akan membuat kita lebih semangat dalam menjalani hidup walaupun tidak dengan bertemu. Layaknya dalam pertandingan sepak bola atau hal lainnya, pasti selalu ada yang mendukung dan memberinya semangat, mereka biasa disebut dengan fans atau supporter. Dengan adanya yang mendukung, itu akan membuat kita menjadi timbul rasa semangat terhadap sesuatu.

Jadi walaupun dalam keadaan berpisah, percayalah akan kembali bertemu jika Tuhan berkehendak.


NB : Tulisan ini tidak mempunyai referensi, murni berdasarkan yang ada di otak saya yang agak eror ini, saya hanya menyampaikan apa yang ada di pikiran saya. Jadi saya minta maaf apabila ada pernyataan yang saya tulis ini tidak sesuai dengan yang seharusnya, yang tidak sesuai dengan kebenarannya, karena saya juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Semoga gak bikin sesat orang wkwkwk


(fhrf)
Wrote by Fadhlillah Hidayat


Satu hal yang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita, dan akan selalu menjadi suatu yang akan selalu berhubungan dengan kita, yaitu Hati. Kita selalu menghubung-hubungkan setiap apa yang kita lakukan dengan hati. Dengan hati inilah yang merupakan hakikat manusia yang sesungguhnya karena sifat dan keadaannya yang dapat menangkap segala pengertian serta pengetahuan sehingga manusia yang mempunyai hati tersebut dapat melakukan perbuatan atau amal. Berbeda jika hati yang kita maksud adalah hati yang secara jasmani, hati yang secara jasmani adalah segumpal daging yang berbentuk bulat panjang seperti jantung pisang yang terletak di rongga dada sebelah kiri. Jadi jangan pernah salah lagi untuk menunjuk hati yang ada di dalam diri kita, masa udah gede masih gak tau dimana letak hati kita. . .

Ibarat di dalam suatu negara, hati itu laksana presiden atau kepala pemerintahan. Dalam menjalankan kebijakan yang telah ditentukan sang presiden, tentulah dibutuhkan tenaga pelaksana, atau dapatlah disebut pasukan atau tentara-tentara. Dengan demikian, pasukan itu bergerak dan bertindak atas dasar perintah sang presiden. Mereka tidak dapat menyeleweng dari garis perintah yang telah diberikan oleh si hati selaku presiden mereka. Penjelasan tentang pasukan selaku pelaksana yang menjalankan perintah hati tersebut, adalah pasukan lahir.
Pasukan lahir adalah pasukan hati yang dapat dilihat oleh mata, yang terdiri dari tangan, kaki, mata, telinga, mulut, dan semua anggota tubuh lainnya. Kesemua anggota tubuh itu bertindak dan bergerak karena perintah hati. Jika hati memerintahkan mata untuk terbuka dan melihat sesuatu, maka mata akan menuruti perintahnya dengan membuka dan melihat sesuatu yang dikehendaki oleh hati itu. Tangan akan melakukan suatu tindakan atau gerakan menurut perintah hati. Kaki akan bergerak, melangkah dan berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan hati kepadanya. Begitu pula lidah atau lisan, apabila ia disuruh oleh hati untuk berbicara dan pasti apa yang akan dibicarakannya, maka akan berbicaralah ia. Demikian pula pembawaan dan naluri seluruh anggota-anggota yang lain.

Mengingat tugasnya tersebut, maka kebutuhan hati akan segenap pasukan-pasukannya itu sama dengan kebutuhan hati terhadap kendaraan dan bekal  yang diperlukannya untuk perjalanannya melaksanakan tugas yang diembannya.
Kendaraan bagi hati adalah badan, sementara bekal yang diperlukan hati adalah ilmu.
Meskipun sesungguhnya semua pasukan hati tersebut bertindak atas perintah hati selaku presiden, namun tidak jarang mereka membantah serta membangkang terhadap perintah hati, kedua pasukan tersebut adalah amarah dan syahwat.

Jika amarah dan syahwat menuruti perintah hati, maka hal itu dapat menolong hati dalam perjalanannya yang sedang ditempuh hingga akhirnya meninggalkan dunia yang fana ini. Akan tetapi jika amarah dan syahwat tersebut membantah dan membangkang terhadap hati, dan bahkan akhirnya keduanya dapat menguasai dan memperbudak hati, maka akan rusak dan binasalah hati serta terputusnya perjalanan hati untuk mencapai kebahagiaan abadi.
Namun sesungguhnya hati masih memiliki pasukan lain, yaitu Ilmu, Hikmah, dan Tafakur (Pengamatan). Ketiga pasukan hati tersebut merupakan pasukan yang sangat berharga bagi hati, karena mereka merupakan pasukan yang bertugas melindungi pasukan amarah dan syahwat. Hati berhak meminta pertolongan kepada ilmu, hikmah, dan tafakur.
Hati kita yang ibaratnya sebagai pemimpin seluruh diri kita, kita harus melakukan apa yang diperintahkan oleh hati, karena sejatinya hati kita selalu memerintahkan kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, bukan sebaliknya. Hal-hal yang membuat hati kita hancur adalah karena amarah dan syahwat yang membangkang terhadap hati. Jika kita bisa memanage hati kita dengan baik, InsyaAllah perjalanan hidup kita bersama hati kita akan cemerlang di dunia bahkan di akhirat. Aamiin yra.

Referensi :
Ghazali, Imam Al. Manajemen Qalbu. Yogyakarta: Harapan Utama, 2003.
Wrote by Fadhlillah Hidayat


Dalam kehidupan kita, semuanya membutuhkan sebuah proses dari satu hal menuju ke hal yang lain. Dan karena kehidupan kita hanya sekali, maka kita harus menggunakan kehidupan kita ini dengan sebaik mungkin, apalagi memori ingatan yang ada di otak kita ini tidak kekal abadi (karena kata Ariel itu Tak Ada Yang Abadi~), pasti lambat laun akan melemah dan menghilang. Banyak orang semakin bertambah usia hidupnya, semakin lemah tingkat memori kita untuk mengingat sesuatu, semakin tua semakin pikun lah istilahnya, tapi yang bikin bingung adalah orang yang masih muda tapi udah agak pikun, mikirin apa aja sih nih orang sampe gampang banget cepet lupanya-_- tapi gak semua orang seperti itu kok, hanya pada saat-saat tertentu aja itu mah.

Karena tak selamanya kita bisa selalu mengingat dengan jelas semua peristiwa yang terjadi dengan kita, maka dari itu saya akan membuat sebuah memori di luar pikiran saya, yang akan terus tetep bisa di inget dikala kita mulai lupa, yaitu dituliskan dalam sebuah wadah, dan wadah itu adalah blog saya. Kalaupun nanti saya udah berusia 60 tahun keatas dan sudah mulai melupakan kejadian saat ini, saya bisa melihatnya kembali dalam sebuah tulisan yang saya curahkan disini. Walaupun nantinya ketika saya berusia tua dan melihat tulisan ini, saya merasa bahwa saya agak berlebihan, tapi bukan alay yaa sekarang mah. Sekarang aja kalau diinget-inget lagi, ketika saya melihat kenangan di zaman saya ketika jenjang SMP, saya ngerasa bahwa saya dulu alay banget-_- sekarang aja yang udah baru mau kuliah tiba-tiba ngeliat itu rasanya kayak pengen ngomong “anjir, dulu kok gua alay banget yaa-_-“ dan akhirnya ngerasa malu sendiri sama masa lalu wkwk. Mungkin nanti beberapa tahun kedepan ketika saya flashback dan melihat kenangan di zaman ini saya akan menilai kembali seperti apa zaman ini hehe.

Sebenernya menulis adalah hal yang menyenangkan, sebuah perkataan yang bisa kita liat secara langsung dengan cara membacanya, jadi jangan ragu untuk menceritakan kisah anda untuk nantinya bisa anda lihat di masa yang akan datang. Sekian dan terima kasih :)
Wrote by Fadhlillah Hidayat
Postingan Lama Beranda

About Me




Saya adalah seorang yang biasa, namun ingin mengekspresikan diri saya melalui media, yang salah satunya adalah blog ini. So, be happy and enjoy it!

-Fadhlillah Hidayat

LinkedIn Profile


M. Nurfadhlillah Hidayat

My Running Journey

Blog Archive

  • ▼  2021 (1)
    • ▼  April (1)
      • Mimpi Laptop Hilang
  • ►  2020 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  November (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2017 (11)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)

Let's Support GFriend!

Copyright Fadhlillah Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Populernya tuh Disini!

  • [SOSIAL] Jalan “Pintas” Bikin SIM Cepat di Depok
  • [HUMAN INTEREST] Mengenal Enterpreneur dan Motivator Muda, Rendy Prihartono
  • [AGAMA] Talkshow Qurani bersama Muzammil Hasballah
  • Pendekatan Teori SOLAADS Frank Jefkins dalam Contoh Siaran Pers
  • Kotak Pandora dari (G)I-DLE, Suatu Konsep Nightmare yang Memukau
  • Pedas Mantap Hadir di Berani Festival 2019
  • PBAK 2016, Day 1 : Pra-PBAK / Gladi Resik
  • PBAK 2016 SERIES
  • Goodbye, My Obsession!
  • Perpisahan yang Akan Kembali Bertemu

Pengikut

PENGUNJUNG FADLY

Categories

Story Kuliah Opini Cinta Narasi Politik UAS Jurnalistik Pemilu 2019 UTS Teknik Publikasi Hati Mimpi Inspirasi Korean Zone Magang Owner PBAK 2016 Profile Straight News (G)I-DLE COMFEST 2017 Drama Review Feature News ICONIC Indonesia Interview KKN My Target Pabangbon Queendom

Panutanqu

  • kaoskakibau.com - by ron
    The EXhOrizon Saga: PART 3 – The Flight Drama (2)
    3 bulan yang lalu
  • 68ACA :: a modest thought
    Main Jungkat-Jungkit
    7 tahun yang lalu

Copyright © 2015 fadlytheworld. Designed by OddThemes