• Home
  • Content
    • #Jikalau
    • Tugas Kuliah
      • UAS Jurnalistik
      • UTS Teknik Publikasi
    • Politik
      • Pemilu 2019
    • Internship Stories
    • Korean Zone
      • K-Pop Review
      • K-Drama Review
  • Travel
    • KKN di Desa Pabangbon
  • Find Me
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • Email
  • Ask Me!
  • Owner
fadlytheworld

Sumber: Google

Sudah berapa lama hoax merajalela di dalam kehidupan kita? Dan sampai kapan kita termakan oleh hoax?

Sekarang teknologi sudah berkembang, semakin canggih dalam memberikan informasi. Melalui platform manapun, media manapun, baik secara personal maupun massiv, semua bisa dilakukan dengan mudah. Dari situlah ada celah untuk membuat disinformasi atau hoax yang kita tak bisa tangani.

Hoax membuat dampak yang luar biasa, ia bisa memutarbalikan fakta, bisa juga mengadu domba, bisa membuat keresahan dan mengganggu, serta hal-hal lainnya yang bukan memberikan nilai positif.

Seperti halnya kasus hoax-nya Ratna Sarumpaet yang ternyata dia membohongi seluruh rakyat Indonesia, atau hoax tentang penyulikan anak yang sangat jelas membuat masyarakat, khususnya orangtua yang mempunyai anak menjadi resah. Memang di satu sisi bisa membuat orang tua lebih memerhatikan anak-anaknya, tapi di sisi lain akan memberi rasa takut kepada setiap orang, lebih parahnya lagi ini menjadi hal yang akan dicontoh para kriminal.

Seringkali kita lihat juga adu domba antar kubu untuk menjatuhkan lawan mainnya, apalagi sekarang lagi masa panas-panasnya dunia perpolitikan karena menjelang Pilpres 2019, kubu Jokowi menjatuhkan Prabowo, dan kubu Prabowo menjatuhkan Jokowi. Semua masalah langsung digoreng tanpa tabayyun, tanpa mencari fakta, hanya sekedar terprovokasi semata.

Kebebasan bermedia membuat hadirnya penyalahgunaan informasi. Kemungkinan kita tidak bisa menghilangkan, tapi kita bisa menghindari dan mencegahnya. Perlu adanya identifikasi terhadap suatu berita yang mengarah kepada hoax, beberapa langkah sederhana yang bisa membantu kita terhindar dari hoax adalah:


  1. Hati-hati dengan judul provokatif
  2. Cermati alamat situs
  3. Periksa fakta
  4. Cek keaslian foto
  5. Ikut serta kelompok diskusi anti-hoax


Tabayyun yang sederhana, tapi banyak dari kita sebagai masyarakat yang enggan untuk melakukannya. Karena mereka pada tertahan oleh tahap awal (di poin nomor 1) yang setelah melihat judul berita yang provokatif langsung triggered dan langsung menyebarkan berita yang belum jelas tersebut.

Teman-teman, yuk kita sama-sama saling membantu dalam menghadapi problematika yang sederhana tapi dampaknya besar ini. Filter semua berita, apalagi yang berindikasi adanya hoax, karena hoax bukan golongan kami! (hiya hiya hiyaaa)

Jadilah smart people, 
jangan hanya hp nya saja yang smart

Masa kita kalah sama smart phone, 
malu lah sama hp sendiri

Masa kita kalah sama penyebar hoax, 
yang nyebarin hoax pasti seneng banget kalau ada korban yang terkena hoax

Kita memiliki masalah yang sama, maka dari itu mari kita tuntaskan bersama. Jangan diam saja ketika hoax menggerogoti kehidupan kita, karena diam bukanlah pilihan. Ayo lawan HOAX!

- Fadhlillah Hidayat -

Wrote by Fadhlillah Hidayat

Saya bermimpi bahwa seseorang sedang menebak mimpi saya, dan yang saya mimpikan di dalam mimpi saya itu tidak sesuai dengan apa yang orang itu tebak di mimpi saya XD

____________________________

Tokoh:
1. Fadly : diri saya sendiri
2. Azkia : teman kampus
3. Bila : teman kampus sekaligus teman SMP
4. Ibu dan adiknya : ya gataulah ini siapa, yang jelas di cerita ini, mereka lagi jadi ibu dan adiknya
5. Kiday : teman SMA
6. Aji : teman SD, teman masa kecil, saudara
7. Hilmi : teman SD, teman masa kecil, saudara

____________________________

[INI REAL YANG BERADA DI MIMPI SAYA]

Kronologi mimpi:

Saya bermimpi tentang Azkia yang sedang dijemput ibunya dari kampus dan ingin pulang naik kereta, di jalan itu, Azkia mengeluh kepada ibunya (lupa apa yang dikeluhkan), saya ikut berjalan bersama mereka. Setelah itu, tokoh di mimpi itu berubah, dari Azkia menjadi Bila, dan ditambah dengan ibu dan adik2nya.

Bila kesal dengan ibunya terhadap yang dikeluhkannya itu, dan akhirnya Bila meninggalkan ibunya dan kembali ke kampus/kosannya. Dan akhirnya saya beserta ibunya pulang naik kereta berbarengan karena kebetulan searah.

Di dalam perjalanannya, saya lupa dengan apa yang dibahas. Lalu singkat cerita, sudah sampai di stasiun dan sedang berjalan di sebuah gang sempit yang agak menurun. Disana ibunya sudah berjalan di depan, dan anaknya masih jauh di belakang dalam mood yang tidak baik. Kebetulan saya berada di tengah2, akhirnya saya berinisiatif -anjay di mimpi bisa berinisiatif- untuk ke arah anaknya (yang juga adiknya Bila) dan menggendongnya. Dan akhirnya moodnya membaik lagi ^^

Singkat cerita, saya sudah berada di rumah. Dan akhirnya saya baru sadar bahwa saya meninggalkan motor saya di kampus (karena saya selalu berangkat naik motor).

Tiba-tiba, beralih ke adegan bahwa saya sedang terbangun dari mimpi saya (masih di dalam mimpi yang sesungguhnya). Lalu melihat sebuah chat dari Kiday yang berisi tentang tebakan mimpi saya (ceritanya sudah di chat duluan ketika mimpi itu berlangsung tanpa saya memberitahu bahwa saya sedang mimpi).

Bentuk tebakan di chat tersebut berupa point2 yang menjadi potongan alur cerita, namun lupa apa aja tebakannya dan point2nya. Setelah saya baca tebakannya, ada point yang sama dengan yang baru saya mimpikan itu (tapi lupa yang mananya), sisanya salah semua tebakannya. Maka disitu saya menganggap bahwa tebakkannya salah.

Kemudian kembali ke dalam mimpi lagi, kembali melanjutkan mimpi yang tadi. Saya memikirkan harus gimana saya mengambil motor saya yang masih terparkir di kampus tersebut. Saya berpikir bahwa saya akan menggunakan motor saya yang satunya lagi untuk mengambil motor yang di kampus. Tapi setelah dipikirkan kembali, ternyata tidak mungkin karena hanya akan meninggalkan satu motor lagi.

Lalu saya mencoba memikirkan cara lain, yaitu naik kereta, namun rasanya berat sekali untuk naik kereta karena males jalan kakinya. Dan akhirnya memikirkan untuk mengajak teman saya naik motor saya, berangkat bareng kesana, dan teman saya yang membawa motor saya yang satunya.

Ternyata ada kendala lagi, yang dateng ke rumah saya ada 2 orang, yaitu Aji dan Hilmi. Dan mau gak mau rencananya dibuat detail lagi. Kalau naik motor bertiga ke kampus saya, nanti dikhawatirkan kena razia di jalan, dan kalau tetep berdua, kasian teman saya yang satunya lagi..

Setelah berpikir keras, akhirnya terlintas sesuatu yang saya pikirkan, yaitu:

"OH IYA INI KAN GUA CUMA MIMPI YAK, NGAPAIN PUSING2 KEK GINI WKWK"

Lalu akhirnya bangun dari mimpi yang ada di mimpi saya itu, dan juga sekaligus bangun dari mimpi asli saya, jadi bangun dari mimpinya double XD
Wrote by Fadhlillah Hidayat
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me




Saya adalah seorang yang biasa, namun ingin mengekspresikan diri saya melalui media, yang salah satunya adalah blog ini. So, be happy and enjoy it!

-Fadhlillah Hidayat

LinkedIn Profile


M. Nurfadhlillah Hidayat

My Running Journey

Blog Archive

  • ►  2021 (1)
    • ►  April (1)
  • ►  2020 (1)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2019 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (7)
    • ►  September (1)
    • ►  April (3)
    • ►  Maret (1)
  • ▼  2018 (2)
    • ▼  November (1)
      • Problematika Hoax yang Harus Dituntaskan Bersama
    • ►  Juni (1)
      • Mimpi dalam Mimpi yang Absurd
  • ►  2017 (11)
    • ►  Desember (4)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2016 (11)
    • ►  Desember (1)
    • ►  September (5)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (3)

Let's Support GFriend!

Copyright Fadhlillah Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Populernya tuh Disini!

  • [SOSIAL] Jalan “Pintas” Bikin SIM Cepat di Depok
  • [HUMAN INTEREST] Mengenal Enterpreneur dan Motivator Muda, Rendy Prihartono
  • [AGAMA] Talkshow Qurani bersama Muzammil Hasballah
  • Pendekatan Teori SOLAADS Frank Jefkins dalam Contoh Siaran Pers
  • Kotak Pandora dari (G)I-DLE, Suatu Konsep Nightmare yang Memukau
  • Pedas Mantap Hadir di Berani Festival 2019
  • PBAK 2016, Day 1 : Pra-PBAK / Gladi Resik
  • PBAK 2016 SERIES
  • Goodbye, My Obsession!
  • Perpisahan yang Akan Kembali Bertemu

Pengikut

PENGUNJUNG FADLY

Categories

Story Kuliah Opini Cinta Narasi Politik UAS Jurnalistik Pemilu 2019 UTS Teknik Publikasi Hati Mimpi Inspirasi Korean Zone Magang Owner PBAK 2016 Profile Straight News (G)I-DLE COMFEST 2017 Drama Review Feature News ICONIC Indonesia Interview KKN My Target Pabangbon Queendom

Panutanqu

  • kaoskakibau.com - by ron
    So... Where Am I Now?
    9 bulan yang lalu
  • 68ACA :: a modest thought
    Main Jungkat-Jungkit
    6 tahun yang lalu

Copyright © 2015 fadlytheworld. Designed by OddThemes